Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label modif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Agustus 2011

VW Beetle dengan Mesin JET (1350HP)


Volkswagen Beetle modifikasi dengan mesin JET (1350HP)

Sebuah mobil dengan mesin jet mungkin bagi anda hanya ada di dalam film2...Tapi apa yang dilakukan oleh Ron Patrick,seorang wisudawan dari teknik mesin Standford University?? Dia memasang mesin jet dengan power 1350HP...wow fantastiss..
Seberapa kencang??? mesin jet yang dipasang menyumbang 1350HP sudah bisa dibayangkan bagaimana kencangnya jika itu di testdrive untuk mendapat power maksimum...Komeng yang naik motor 135CC aja, bajunya bisa robek2 apalagi akai mesin jet..hehhehe
tapi sang pembuat juga tidak tau bagaimana kencangnya mobil ini."I don't know how fast the car will go and probably never will. The car was built to thrill me, not kill me. That doesn't stop me from the occasional blast on the highway though."
"saya tak tau kencangnya mobil ini dan takkan pernah. Mobil ini dibuat untuk menggetarkan saya,bukannya membunuh saya. itu tidak menghentikan saya dari ledakan sesekali di jalan raya sekalipun.."
Ron Patrick menggunakan Model General Electric T58-8F, yang merupakan mesin helikopter turboshaft yang ia dimodifikasi menjadi mesin jet.

Kamis, 11 Agustus 2011

Kawasaki Binter Merzy, Pensiun Balap



Eddy Triyono pemilik motor ini tentu bukan pembalap. Apalagi rider yang balap di kejuaraan speedway. Itu lho balapan yang terkenal di Amerika. Namun tunggangan pria akrab disapa Boet ini, layak disebut motor alumni balap speedway.

Dibilang lulusan speedway sangat wajar, karena motor ini dipakai harian. Hanya tampilan sasis bergaya balap yang mengandalkan teknik ngepot tanpa ngerem itu. “Rangka dibuat ulang dengan pipa seamless dan bentuknya persis seperti motor balap speedway,” ujar Ardito Anggarini yang tidak lain builder motor ini.

Sasis customized tentu dirancang dengan perhitungan matang. Karena disesuaikan dapur pacu Binter Merzy. “Mesin Binter tidak terlalu besar, jadi bentuk rangka custom harus pas. Supaya tidak ada ruang kosong,” imbuh pria akrab disapa Dito dan punya workshop di Jl. Cipinang Pulo Maja No.1, Jakarta Timur.

Cukup dicermati pada bagian rangka, karena memakai pipa berukuran 3/4 inci dengan sistem double cover. Artinya 2 buah pipa saling menempel menjadi satu, pipa itu berpisah pada bagian tengah ke belakang, dan kembali berhimpitan menjadi satu pada bagian depan.
Sistem 2 pipa ini pastinya punya daya tahan lebih kuat, dan tampilan lebih keren. Dengan begitu bentuk tangki tidak lagi memikirkan bentuk dan model. Frame custom ini yang membuat bentuk tangki terbentuk dengan sendirinya. “Hanya menyesuaikan dimensinya saja,” tambah Dito yang 34 tahun dan ramah ini.

Kreativitas seakan tidak bisa berhenti, dan lagi ditonjolkan pada bagian suspensi di depan. Aplikasi sok berdiameter besar milik Suzuki GT 380 sangat pas. Apalagi ada penambahan per peredam sok belakang tepat di bagian atas sokbreker, tampilan tidak lagi hampa pada bagian ini.

Untuk kenyamanan harian dipilih roda ukuran medium, tidak seperti umumnya speedway dengan lingkar roda 21 inci. Begitu juga tipe kembang ban dipilih untuk melesat di aspal, bukan menggaruk tanah.

Pilihan kelir hitam ditenggarai memiliki kaitan kuat dengan kebiasaan Eddy, yang memang bekerja di label rekaman musik aliran metal. Wah, jadi memang bukan pembalap ya.
Detail Part Bekas

Eddy alias Boet memang kreatif, banyak akal di soal penambahan sisi detail motor. Seperti pada bagian footstep yang dibuat dengan memanfaatkan kumpulan pelatuk bekas dari mesin Binter.

“Fungsi pijakan kaki itu tidak ada. Hanya memang kebutuhan untuk style semata. Detail dengan bentuk yang aneh akan jadi lebih menarik,” kata pria jangkung dan gondrong ini.

Tidak cuma di footstep, setang  piston bekas juga ikut disulap dan dijadikan standar untuk menahan motor.

Lanjuty ke belakang, pegangan cakram juga dibuat dengan kreasi sendiri dari bahan pelat. Detail ini juga dibentuk dengan sangat rapi, karena juga sudah melewati proses chrome.Walau kelir sudah dominan hitam, namun detail sudah dipadu dengan sentuhan krom. Sehingga kelihatan jadi lebih resik.

 DATA MODIFIKASI
Ban depan : Dunlop 130/80-16
Ban belakang : Dunlop 140/80-16
Teromol depan : Ninja
Lampu depan : Variasi mobil

Yamaha Mio, Tembus 7,056 Detik



Blar... blar... Itu suara galak dari knalpot Yamaha Mio geberan Ayip Rosidi dari MC Racing. Waktunya tembus 7,056 detik jarak 201 meter di kelas FFA pada Day Battle Pertamina Enduro-KYT Drag Bike di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogja. Beberapa minggu lalu.

Turun di kelas FFA cukup mengandalkan mesin 340 cc. “Itu didapat dari penggunaan piston LHK yang punya diameter 71 mm,” jelas Miekeel, bos MC Racing yang senang karena juara 1.

Pada event garapan Trendypromo Mandira itu,  Yamaha Mio ini dibarengi dengan penggunaan kruk as kerbau baru buatan Thailand. “Punya stroke atau panjang langkah piston sampai 86 mm,” jelas Miekeel yang Mio-nya sudah ditawar Rp 65 juta, tapi belum dilepas. Mau berapa?

Paduan antara diameter piston 71 mm dan stroke 86 mm, bisa dihitung volume silindernya. Yaitu mencapai 340 cc. Paling penting lagi, untuk mengurangi gesekan, ring piston dikikis sampai kecil. Itu kerjaan mekanik Thailand lho.
Namun Mieekel tidak percaya begitu saja pada mekanik negeri Gajah Putih itu. Seperti klep isap 35 mm dan buang 30 mm. Asalnya menggunakan klep besi biasa. Oleh Mieekel malah diganti pakai material yang lebih ringan, menggunakan bahan titanium.

Aslinya klep ringan ini milik Suzuki RMZ450. Bandingkan dengan klep bawaan dari Thailand yang batangnya 5,5 mm aslinya punya mobil. Pasti berat.

Diameter intake juga aneh. Lubang inlet dibuat 35 mm. Sama dengan diameter klep isap dong? Iya, tapi bentuknya tidak lagi dibikin membulat. Tapi, oval seperti telur. “Pada sisi samping bosh klep dibuat melebar,” ucap pria endut yang menurunkan Mio 300 cc juga tapi tidak juara karena jump start


DATA MODIFIKASI
Ban depan : Eat My Dust 45/100-17
Ban belakang : Vee rubber 60/80-17
Roller : 10 gram rata
Bahan bakar : Bensol

Honda BeAT, Back to Basic Horeee...



Honda BeAT geberan Aji Marongpong ini juara 2 di gelaran akbar  MOTOR Plus Indonesian Super Matic Race dua minggu lalu. Tepatnya di sirkuit stadion Kanjuruhan, Malang.

BeAT andalan Marongpong ini juga juara 1 di seri I Bandung lalu. Acaranya juga dipentas malam hari. Namun di seri II Lampung dan seri III Bekasi tidak naik podium. Apakah karena punya jiwa keberuntungan macam kalong? Jadi juara kalo balap malam?

Menurut Boday alias Nurmin sang mekanik dari Kawahara Racing Team, korekan kembali ke awal. “Menggunakan kepala silinder seperti dipakai di seri Bandung,” jelas Boday yang menggantikan Mariasan Kocek yang cuti itu.

Diameter payung klep yang digunakan yaitu intake 27 mm dan buang 23 mm. BAru kemudian dipadukan dengan per klep Suzuki Smash supaya gesekan jadi ringan. Namun lumayan menguntungkan karena bisa patok lift tinggi.
Dengan ruang bakar juga seperti dulu pakai jenis bathtub. BeAT aslinya punya ruang bakar bentuk seperti kubah, namanya hemi spherical atau hanya membulat. Secara teori, tidak menguntungkan. Karena rasio kompresi dan debit gas bakar yang dihasilkan malah jadi rendah.

Menggunakan ruang bakar bathtub mampu menciptakan debit gas bakar menjadi lebih tinggi. Itu tentu berdasarkan pengukuran menggunakan flowbench.

Paling penting lagi, Boday bisa membuat rasio kompresi tinggi tanpa harus membuat jenong piston yang berat. Apalagi piston diambil dari paket bore up Kawahara cukup ringan. Menguntungkan untuk motor balap.

Jadi kelebihan bathtub ada tiga. Flow besar, piston ringan dan juga kompresi tinggi.

DATA MODIFIKASI
Kem : Kawahara dipapas
Roller : Kawahara
Knalpot  : Kawahara
CDI : BRT

Honda GL-Pro, Robotic Fighter


Berbagai macam konsep West Jateng Style (WJS) yang streetfigheter (SF) pernah muncul. "Konsep lain sudah bosan, saya sedang mengembangkan tema Robotic Fighter," buka Suswanto, modifikator GL-Pro ini  yang ikut menyebarkan virus WJS tadi

Maksudnya konsep yang berbau ala robot. Contohnya pada Honda Gl-Pro lawas milik Uguh Hermawan asal Kota Pemalang, Jawa Tengah. Ciri robot dibalut manis pada lampu depan. Sosok kaku dan berkesan lekuk tegas sengaja diperlihatkan dengan jelas.

"Sengaja lampu depan dibikin kecil dengan cover mungil pula. Sehingga bagian sok depan bisa lebih terlihat menonjol. Komponennya diambil dari lampu variasi mobil," papar ayah satu putra ini.


Kesan kokoh dan serba menyiku juga ikut ditampilkan pada shroud alias sayap tangki depan. Walaupun kotak namun terlihat manis. Jika ditengok dari depan baru terlihat bolongan udara yang juga bisa berfungsi ganda mendinginkan mesin. Namun sayang cuma di bentuk saja. Karena secara fungsi masih nihil alias nggak ada. Sebab GL-Pro memakai pendingin udara, bukan liquid system.

Sebagai finishing kelir gelap dipilih. Padahal akan jadi lebih sip lagi jika memilih warna terang. Ingat para jagoan yang ada di Transformers ?

Hemat Di Monoarm

Biar keren, Wanto juga tergoda pakai mono arm. "Tapi, saya akali dengan membuat sendiri biar hemat. Komponen yang paling mahal justru ada di pelek yang dibanderol sekitar Rp 500 ribu. Kalau mono arm bisa kurang dari itu," cuap builder yang lagi banyak kebanjiran order ini.

Mekanismenya sederhana dalam aplikasi ini. Yang dirasa paling sulit adalah memperhitungkan dimensi jarak sumbu roda. Untuk pemasangan pelek belakang, sedikit pusing. Pelek lungsuran Honda Estilo ini memiliki lebar 7 inci. Lebih lebar dari pelek limbah moge yang rata-rata bermain 6 inci.


"Makanya diambil jalan keluar melebarkan gir depan setebal 6 gir yang dilas listrik agar kuat. Sehingga gir depan lebih menjorok keluar dan bisa lurus dengan gir belakang," yakin Wanto yang suka pelihara jenggot ini.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Swallow 120/70-17
Ban belakang: Dunlop 190/55-17
Sok belakang: Jupiter MX
Pelek: Sprint
Knalpot: Handmade

Honda NV 750 cc



Rekan-rekannya di MMC-Outsiders Bandung cukup heboh saat sesi foto di suatu tempat di kota Paris Van Java itu. Kebanyakan berkomentar kalau ownernya, Agus ‘Nguh’Gunawan mirip Ridho Irama, bahkan lebih slim dan ganteng.  Setuju 100% kalau memang lebih eye cathing ketimbang Ridho, he..he..

Tapi, tentu saja nggak membahas panjang sisi ini. Nguh bukan cuma owners, ia juga modifikator motornya sendiri. ”Kebetulan punya bengkel berjuluk Bengkel 79,” bukanya.

Konstruksi dasar Honda NV memang sudah bergaya cruiser dengan sentuhan chopper sederhana. Makanya Nguh dan kru Bengkel 79 tidak perlu banyak lagi merombak sasis. Arahannya chopper simpel bergaya 70-an mirip jarahan Arlen Ness early years yang sederhana. ”Yang jelas pakemnya memang choppers, namun  detailnya sesuai selera saya saja,” jelas Nguh lagi.

Tentunya ini perlu kecermatan sendiri. Penilaian MOTOR Plus, konstruksi Honda NV terbilang laki. Penerus daya sistem kopel dianggap kurang fleksibel untuk dicustom abiz. Perlu kerja ekstra keras ketimbang penerus daya konvensional rantai yang bebas memaju-mundurkan sesuai taste bersangkutan.
He..he.., tentunya itu tantangan sendiri buat builder. Sebab di sisi lain, kepadatan antar center bone ke mesin, back bone juga lengan ayun belakang sudah terjaga. Mesin menjadi sangat kompak jika direhab ulang sesuai selera.

Begitulah! Konstruksi sasis yang padat benar-benar dimaksimalkan pebengkel asal Bandung ini. Rake dan strech sama sekali tidak diganggu gugat. Desain sasis belakang juga enggak banyak mengalami ubahan. Agar padat dan tidak banyak celah, ia terpaksa ‘mematikan’ sok belakang menjadi rigid murni. Pertimbangannya mereka ingin sepatbor belakang dan ban belakang tidak saling menganggu saat riding juga secara estetika masih bisa dipertanggungjawabkan.

Setelah itu barul masuk ke  detail. Untuk menguatkan imej sebagai modifikator, menghindari sebisanya langkah bolt-on. ”Sebisanya dibuat handmade,” katanya pede.

 DATA MODIFIKASI
Ban depan : 100/90-18
Ban belakang: 170/80-16
Tangki : Custom
Sepatbor: Custom
 

Yamaha Mio Sporty, Spesial Buat Contezt



Wibowo Hasto, punggawa Utomo Motor (UM), Purworejo bukan orang baru dalam dunia modifikasi di seputaran Jawa Tengah. Torehan karyanya selalu layak mendapat apresiasi. Buktinya garapannya langganan rangking atas dalam setiap contezt di regional sana. Sekarang, giliran Yamaha Mio milik istrinya yang dijadikan ‘korban’.

"Konsepnya mengacu pada bentuk racing look. Contohnya pada pola bodi yang banyak memakai bentuk lancip dan pipih, juga pada bentuk lampu depan dan komponen lain," paparnya.

Tema racing look nongol pada desain lampu depan yang lancip bin sipit. Ini bukan lampu varisi lho, tapi reflektor lampu depan orisinal yang disulap dengan material fiberglass. Bentuk lampu asli yang mirip orang senyum itu dibuat pipih pada bagian sam­ping.

Caranya dengan menambah cover lampu dengan fiber sesuai ukuran yang diinginkan Bowo. Jika ditengok memang sedikit jadi rada gembung dan lebar, lampu depan seolah mendem. Tapi, ini ada maksudnya, "Agar sirip pada tameng samping depan terlihat menonjol. Bagian ini dibikin dengan dua lubang agar lebih atraktif. Secara fungsi, memang cuma buat aksen di bodi," yakin modifikator dari Jl. Mayjend Sutoyo No. 1, Purworejo.

Asyiknya, Bowo juga menambahkan corong angin pada bagian bawah lampu depan. Bentuknya dibuat sesuai aksen lampu yang lancip, makannya pada bagian sebelah luar juga dibuat lancip.

Lanjut ke tema yang mengacu pada racing look, tampilan setang tentu saja harus sesuai konsep. Bagian ini diolah manis, caranya dengan aplikasi setang merek One R. Bentuknya memang sudah memiliki ciri yang sesuai konsep. Kokoh dengan model jepit dan segitiga yang besar. Setang dipasang dulu baru kemudian lanjut bikin bagian cover.

Untuk ubahan lampu belakang, nuansa ala racing diterjemahkan lewat bentuk lampu stop lancip. Caranya juga sama dengan ubahan lampu depan, dikamuflase dengan fiberglass. Makannya sekarang bentuknya menjadi lebih manis, pipih namun tetap fungsional.
Finishing akhir, modifikator yang gemar tampil necis ini memilih kelir kebanggan Yamaha. Apalagi Bowo juga tahu, kalau 2011 ini merupakan perayaan  50 tahun kiprah Yamaha di MotoGP.

Kombinasi yang dipilih untuk urusan  kelir memang bagus. Detailing merah dan sapuan sedikit hitam memberikan gradasi juga membuat warna jadi kuat.

DATA MODIFIKASI
Ban depan: FDR XT 80/80-14
Ban belakang: FDR XT 80/90-14
Pelek: Ride It
Sok belakang: YSS
Sok depan: Variasi
Setang: One R
Cat: Lessonal
UM: 0813-9207-9555

Kawasaki Ninja 250R, Permainan Warna



Banyak trik atau jurus yang dilakukan dalam memodifikasi. Ada yang bolt-on, x-treme, ada juga yang hanya bermain dengan cat. Untuk yang terakhir ini, juga bukan perkara gampang, lho. Meskipun hanya bermain airbrush, tapi jika salah akan besar efeknya.

Totalitas diperlukan. Kalau ikut contezt, sudah pasti terjun di kelas airbrush realis. "Saya perhatikan jarang sekali Ninja dengan motif seperti ini, kebanyakan main di airbrush grafis," buka Arif Sinarta, si pemilik sekaligus modifikator.

Arif ini kali memilih gambar burung elang. Si burung tadi dikombinasikan dengan motif bintang. "Kebetulan itu logo produk saya, makanya diterapkan sekalian juga untuk promosi," kata pria yang mengeluarkan aneka bodi kit berbahan plastik dengan merek STMS.

Untuk urusan tampilan bodi, sebenarnya Arif masih bermain desain bodi standar. "Hanya ada penambahan beberapa part kecil saja, tapi sudah cukup membuat motor terlihat lebih sporty dan menarik," katanya.

Misalnya saja penutup jok belakang sehingga terlihat single sitter. "Supaya lebih berkesan balap, jok joki juga dipapas supaya tipis, layaknya motor balap beneran," tambahnya. Arif juga menjelaskan bahwa hal itu dilakukan untuk penyesuaian konsep racing yang disasar dengan jok tunggal tadi.


Begitu juga dengan pemasangan v-grill pada bagian bawah fairing. "Ini adalah variasi yang punya beberapa manfaat," promosinya lagi.

Keuntungan pertama adalah mampu melindungi mesin dari kotoran akibat percikan roda depan. "Sebab kan fairing standar membiarkan wilayah ini kosong, sudah pasti mesin akan kotor apalagi di musim hujan," cuap pria asli Tangerang ini.

Manfaat berikutnya tentu saja menjadi lebih keren. Banyak yang mengira mesin akan menjadi panas jika dipasang variasi ini. Tapi, hal itu segera dibantah pria bertubuh kurus ini.

"Jangan takut mesin jadi panas karena tetap ada udara yang bisa masuk melalui kisi-kisi yang ada pada v-grill tadi," ungkap pemilik toko di Jl. Raya Serpong, Samping Serpong Plaza ini.


Dengan ubahan minimalis tapi ramai ini, Arif pede menjadikan Ninja 250R ini sebagai maskot toko. "Tambah sip lagi setelah arm dikasih kondom. Motor jadi tampak lebih gagah. Layak jadi maskot," bangganya.

Carbon Putih

Jika selama ini umumnya pelapisan karbon pada bodi itu umumnya berwarna hitam, Arif coba yang beda. Dia merasa lebih sreg dengan karbon putih. Kok bisa?  "Namanya juga cuma carbon printing doang, jadi mau warna apa saja juga bisa," ujarnya.

Carbon printing itu bisa dilakukan pada material fiber dan plastik seperti ini. Selain warna putih ada juga yang sudah mencobanya dengan warna biru.

Motifnya atau alur carbonnya sama persis dengan carbon hitam atau carbon kevlar sekalipun.  Beberapa bagian yang mendapat perlakuan seperti cover spido, single sitter dan bagian bodi kecil lain.
 DATA MODIFIKASI
Ban depan : Battlax 120/60-17
Ban belakang: Battlax 150/60-17
Head lamp: Projecktor
Knalpot: CLD
STMS: 0818-0702-7395

Jumat, 05 Agustus 2011

modif x -treme

Mulai dari eksterior, interior hingga ke bagian kaki-kaki dari Toyota Kijang LX 2003 kepunyaan Jolon tidak ada yang luput dari jamahan tangan modifikator. “Tema Modifikasi mobil ini adalah Terminator yang dikonsepkan langsung oleh pemiliknya”, terang Albert, salah satu modifikator mobil ini.
Modifikasi yang pertama kali terlihat sanggup mencuri perhatian pada mobil ini adalah instalasi audio sistemnya yang telah dipadukan dengan desain kosmetik ekstrim bermaterial fiber dan akrilik. Untuk lebih menguatkan Modifikasi yang bertema Terminator, didalam kabin juga terlihat telah dibuat patung yang didesain mirip dengan jagoan dari film Terminator.

Pada eksteriornya, body kit custom bermaterial fiberglass yang telah menyatu sanggup menunjukkan Modifikasi berkonsep ekstrim. Body mobil dibalut dengan cat berwarna dasar merah dan hitam yang dipermanis dengan goresan grafis airbrush berkonsep tribal. Sistem buka pintu juga diubah, untuk pintu depan menjadi model gullwing sedangkan pintu tangah model butterfly.

Melirik bagian kaki-kakinya, pelek bawaannya yang hanya berukuran 13 inci diganti pelek lebar Devino berlapis chrome berdiameter 24 inci berbalut ban Kumho berprofil tipis dan teraplikasikan dengan apik. Untuk mengaplikasi pelek tersebut tidak serta-merta dengan mudah dilakukan, beberapa langkah Modifikasi pun harus dilakukan, yaitu dengan membuat membuat bagian fender depan mobil diperlebar hingga 16 cm, sedangkan fender belakang dibuat lebih lebar 20 cm.

Melihat instalasi audio sistem yang sangat ekstrim yang berakibat bobot mobil bertambah, kaki-kaki juga diperkuat lagi dengan Coil Over Shockbreaker TRD untuk suspensi depan. Suspensi belakang yang awalnya menggunakan per daun pun diubah menjadi suspensi coilover menggunakan dua set shockbreaker aftermarket khusus Mitsubishi Galant berlabel DTM.
kijang-robotic2
Aplikasi Piranti Motorize

Meski begitu, hal tersebut bukan menjadi satu-satunya point dari Modifikasi yang diusung. Kreatifitas Modifikasi juga terlihat dari adanya aplikasi sistem motorize. Pada eksterior, motorize diaplikasikan pada pintu bagian depan, tengah, bagasi dan kap mesin. Untuk bagian interiornya, sistem motorize teraplikasikan di bagian jok tengah hingga bisa berputar hingga 90 derajat serta dudukan tabung NOS didalam kabin yang juga dapat bergerak maju.

Engine Swap 4AGE

Soal performa mesinnya, mobil ini sudah bukan performa standar mobil Toyota Kijang LX 2003 biasa lagi, pasalnya mesin 1800 cc bawaan pabrik sudah di non-aktifkan. Sebagai gantinya, mesin telah mengandalkan Toyota tipe 4AGE dan mesin tersebut juga telah dimodifikasi dengan berbagai parts hi-performa. Suplai bensin untuk ke ruang bakar juga telah mengandalkan karburator Mikuni 4 barrel berukuran 42 inci. Modifikasi mesin secara overall, hampir 80 persen parts racing andalan Toyota, yaitu parts TRD telah teraplikasikan pada jeroan mesin untuk membuat tenaga mobil lebih beringas.

Meski mengusung konsep Modifikasi ekstrim, mobil ini tetap tidak merepotkan untuk diajak berjalan dijalan raya. Terbukti untuk membawa mobil ini ke arena kontes, sang pemilik tidak pernah mengandalkan truk towing.
Semua Modifikasi yang diusung, membuat mobil ini beberapa kali berhasil meraih trophy King Extreme di berbagai gelaran kontes Modifikasi, salah satunya Accelera Auto Contest 2009 yang di gelar di Surabaya pada pertengahan Juni lalu.

Pemilik Mobil : Jolon
Jenis Mobil : Toyota Kijang LX 2003
Rumah Modifikasi & Special thanks to: “Djuang” The Auto, Sun Power (SunTay), Tune R, Hutan Alam,  P-Nuts, Auto Maxx

Spesifikasi :
Eksterior : Body Colour Two Tone : Super Deep Black, Red Candy Spies Hecker with air brush, Spion custom fiber with camera, Front and Rear Bumper custom, Side Skirt custom, Rear Wing custom, Engine Hoad custom,Wide Body custom, Head Lamp Face Lift Toyota Fortuner Angel Eyes retro version (HID) custom, Wiper Peugeot 407 with printing Kevlar, Washer Head Lamp Trooper, Cutting Sticker custom, Air Brush custom, Eye Lid custom, Grill Audi Style custom, Gull wing door open with motorized (front door), Butterfly door open with motorized (mid door), Rear door can open almost 180o with motorized, Engine hood open with motorized, Custom life size 1:1 statue Terminator T-1000.

Kaki-kaki : Suspensi (depan) Coil Over TRD,  Suspensi (belakang) Coil Over Shockbreaker DTM Adjustment Mitsubishi Galant (2 set), Rem (depan) Brembo Grand Turismo Version (8 pot), Rem (belakang) Brembo Grand Turismo Version (4 pot), Ban Kumho 275/30/R24, Pelek  Devino Chrome 24” X 10”

Interior : Full Custom, Door Sillplate Isotta, Front Safety Belt Scorch, Steering Whell Momo Millenium Evo custom, Quick Release Steering NRG (Folding Type) custom, Hand Brake Momo custom, Shiftknob Malteze (Chopper Style) custom, Pedal Set Malteze (Chopper Style) custom, Speedo Meter    Original Toyota Avanza, Tachometer Auto Meter, Engine Start Pivot, Boost Meter Auto-Gauge, Turbo Timer Greddy, Pressure Lamp Defi & Auto-Gauge, Shift Lamp Auto Meter, Fire Distinguisher Sparco, Nitro Oxyde System F&F paint gold chrome (1pcs), NX paint gold chrome (2pcs), NOS Chrome Limited, Rev Speed Meter (RSM) Apex’i, 3 pcs NOS tube mounting with motorized, Middle Seat can turn until 90O with motorized.

Audio System :
Head Unit (JVC EXAD, Pioneer DVH-5650), TV Monitor (25 pcs) (JVC, Pioneer, Jea Car, Liliput, New Vision, LG, SAVV, Monitor LG LCD 42”), Center Speaker Pioneer, Front Speaker (Sound Stream Coaxial 5”, Dyn Audio 4 Way custom), Rear Speaker (Sound Stream Extreme 2 WAY 6”(4 set), Focal Utophia 2 way, AVI 4”), Subwoofer Sound Stream Tarantula 12” (3 pcs) & 10” (2 pcs),
Amplifier (Sound Stream Da Vinci (2 pcs) & Tarantula with Custom gold plate finished (2 pcs), LM Audio D2200W Monoblock, Capasitor Bank (Brax 1,2F, Sound Stream1F (3 pcs))
Cable Speaker  Sound Stream, Cable RCA (Esoteric, Sound Stream), Full custom fibre + Acrylic + so many LED for baggage and cabin audio with finishing paint red candy and silver + air brush.

Mesin : Toyota Type 4AGE, Header TRD. Muffer Remus Racing Look 2 holes (2 pcs), Spark plug Spli Fire, Ignition Wire TRD, Piston and Ring TRD, Linier TRD, Head Cylinder TRD, Camshaft Formula Atlantic, Valve Spring TRD, Valve TRD, Breater K&N, Oil Tank Greddy, Fuel Pump Mitsuba, Ignition TRD, Coil TRD, NOS F&F, NX (2 pcs), NOS Chrome Limited, Intercooler Mitsubishi Evo 7, Intercooler Kit custom, Intercooler Piping custom, Radiator PWR (Subaru WRX), Thermostat Racing Suction TRD, Alternator 150 Amp, Silinder Head TRD, Tutup Oil Simota, Thermo Wrap DEI, Carburator 4 barrel Mikuni 45”, Deferential TRD (5.3), Final Gear TRD, Clutch and Cover TRD, Quick Shift TRD, Accu Rocket (Mercy) 120 Amp and Rocket 75 Amp.



Hi-Rail Modern Trucks, Mobil yang dapat berjalan di rel kereta

Hi-Rail Modern Trucks, Mobil yang dapat berjalan di rel kereta


“hy-rail” atau “hi-rail”. Adalah sebuah kendaraan yang selain bisa digunakan di jalan raya, tapi juga bisa di kendarai di atas rel kereta api.

ini sebuah ide yang cukup keren n’ unik, karna seperti yang kita tau, hari gini kan macet dimana2, jadi bisa jadi alternatif menghindari macet lewat rel kereta. Sayangnya di indonesia kaya-nya belum ada deh, lagi-an kalo ada mau dipake dimana coba, yang ada nanti di seruduk kereta beneran

kereta api eropa menggunakan unimog u-400
hi-rail bnsf chevy:
hi-rel mack r-600 dari 1979:
hi-rail western star utility truck, ontario, 2000.
mafsa ipv bi-modal truck:
vintage hi-rail
jalan-rail kendaraan, gagasan insinyur kereta api jaman dulu:

railbus di latvia, 1934:
willys jeep 1951, 4×4
“warsawa” rel-mobil dari hungaria, 1952:
hy-rail checker marathon 1961 :
di jerman pada tahun 50-an, bus ini bolak-balik antara stasiun montabaur dan siershahn:
kendaraan rel dari rusia yang kata-nya kaya monster:
sumber: http://haxims.blogspot.com/2010/01/hi-rail-modern-trucks-mobil-yang-dapat.html

rx king

MODIFIKASI YAMAHA RX KING





- Engine Setting + lucifer Daily ignition
- Chrome Shock Front, Chrome Rear Arm, Chrome Footstep front-rear, the Chrome Standard - Side, Chrome + Close Close Magnet Pump Olie.
- Frontpage Tromol Kawasaki Ninja
- Collapse Tank Kawasaki Ninja
- Stang Kawasaki Ninja
- Ban Battlax front 90/80/17 - 90/90/18 rear Battlax

user posted image

AFTER IN AIRBRUSH

YAMAHA RX KING Spec and PictureModifications:



- Engine Setting + lucifer Daily ignition
- Chrome Shock Front, Chrome blkg Arm, Chrome Footstep front-rear, the Chrome Standard - Side, Chrome + Close Close Magnet Pump Olie.
- Frontpage Tromol Kawasaki Ninja
- Collapse Tank Kawasaki Ninja
- Stang Kawasaki Ninja
- Rear Disc Ninja
- Tires 225/17 dpn Michellin - 250/18 blkg Michellin
- Airbrush.By Nalar


And this is the other Picture of Yamaha RX King Motorcycles Modified:



Cari Blog Ini